MAN 2

MANDUTA – Menjadi pemimpin bukan hanya tentang mampu memberikan arahan, tetapi juga tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MAN 2 Tulungagung masa bhakti 2026/2027 yang dilaksanakan pada 15–19 September 2026.

Kegiatan ini diikuti murid yang tergabung dalam OSIS dan MPK, serta perwakilan dari seluruh ekstrakurikuler MAN 2 Tulungagung. LDKS menjadi wadah pembinaan agar peserta memiliki bekal dalam menjalankan organisasi, mengelola kegiatan, bekerja dalam tim, sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.

  MAN 2 MAN 2

Rangkaian kegiatan diawali Selasa, 15 September 2026 melalui apel pra-LDKS, kemudian dilanjutkan latihan Peraturan Baris-Berbaris (LBB) bersama TNI dari pagi hingga siang. Latihan tersebut berlangsung hingga Kamis dan difokuskan untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, ketepatan mengikuti instruksi, serta tanggung jawab peserta. Khusus anggota OSIS dan MPK, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan KBM seperti biasa.

Pada Jumat, 18 September 2026, kegiatan utama LDKS dibuka langsung oleh Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, melalui apel pembukaan yang diikuti seluruh peserta. Setelah apel, peserta mendapatkan materi kepemimpinan, keorganisasian, kehumasan, penyusunan proposal dan LPJ, serta sistem keuangan Manduta.

Berbagai materi tersebut diberikan agar murid memahami bahwa organisasi membutuhkan perencanaan, komunikasi, pembagian tugas, serta pertanggungjawaban yang jelas. Tidak hanya menerima materi, peserta juga diberi kesempatan mempraktikkan kerja sama melalui persiapan pentas seni LDKS bersama kelompok masing-masing setelah kegiatan materi selesai.

Wakil Kepala MAN 2 Tulungagung bidang Kesiswaan, Endang Minawati, menyampaikan bahwa LDKS menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter murid. “Melalui LDKS ini anak-anak belajar langsung bagaimana menjadi bagian dari sebuah tim. Mereka belajar disiplin melalui LBB, memahami organisasi melalui materi kepanitiaan, bekerja sama dalam pentas seni dan jelajah, serta belajar bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan. Harapannya, pengalaman ini dapat diterapkan dalam menjalankan tugas di OSIS, MPK, maupun ekstrakurikuler,” ungkapnya.

MAN 2MAN 2

Pada Sabtu, 19 September 2026, kegiatan diawali dengan sarapan bersama dan persiapan jelajah. Peserta kemudian diberangkatkan dalam kelompok menuju sejumlah pos yang masing-masing memiliki nama, tugas, dan amanah yang harus diselesaikan. Dalam kegiatan tersebut, siswa dituntut menjaga kekompakan, membagi peran, menyusun strategi, dan saling membantu hingga akhirnya seluruh kelompok mencapai garis akhir di MAN 2 Tulungagung.

Setelah menyelesaikan penjelajahan, peserta membersihkan diri sebelum mengikuti apel penutupan LDKS. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah berbagai nominasi kelompok dan tukar-menukar hadiah yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.

Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, mengapresiasi semangat seluruh peserta selama mengikuti kegiatan. “LDKS merupakan kesempatan bagi siswa untuk belajar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan siap menerima amanah. Saya berharap pengalaman selama LDKS tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi diterapkan dalam kehidupan organisasi dan keseharian di madrasah. Jadilah pemimpin yang mampu memberikan teladan dan manfaat bagi orang lain,” pesannya.

Pelaksanaan LDKS masa bhakti 2026/2027 menjadi bagian dari upaya MAN Tulungagung dalam membangun karakter dan kemandirian peserta didik melalui pengalaman nyata. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan organisasi, komunikasi, kreativitas, dan kepemimpinan yang dapat mendukung proses pendidikan di madrasah.

Pembinaan siswa melalui kegiatan organisasi sejalan dengan semangat pendidikan madrasah yang terus didorong bersama Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur. Melalui pengalaman berorganisasi, siswa tidak hanya belajar menjadi anggota sebuah kepanitiaan, tetapi juga belajar mengenali potensi diri dan memahami pentingnya bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

LDKS boleh berakhir, tetapi proses belajar menjadi pemimpin baru saja dimulai. Bagi murid MAN 2 Tulungagung, setiap amanah adalah kesempatan untuk belajar, setiap tantangan adalah ruang untuk tumbuh, dan setiap kerja sama adalah langkah menuju pribadi yang lebih matang. Teruslah berani mencoba, bertanggung jawab, dan memberikan yang terbaik bagi madrasah.

Penulis: M. Rahman

Editor: Dwi AM Laili
67210cookie-checkMembentuk Pemimpin Muda Berkarakter, LDKS MAN 2 Tulungagung Bekali Murid dengan Kepemimpinan dan Kerja Sama
Jangan lupa bagikan!

Related posts